Berita
Beranda / Berita / Ricuh EPA U-20: Tendangan “Kungfu” Viral di Laga Bhayangkara vs Dewa United, PSSI Siapkan Sanksi

Ricuh EPA U-20: Tendangan “Kungfu” Viral di Laga Bhayangkara vs Dewa United, PSSI Siapkan Sanksi

Jakarta, politikarakyat.id – Laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC kontra Dewa United di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4), berubah ricuh dan viral di media sosial. Insiden ini dipicu gol kontroversial yang diprotes karena dugaan offside.

Ketegangan meningkat cepat hingga memicu keributan antar pemain. Dalam rekaman yang beredar, sejumlah pemain dari kedua tim terlihat saling kejar dan terlibat aksi kekerasan, termasuk tendangan “kungfu” yang langsung menuai sorotan publik.

Nama Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara sekaligus anggota Timnas Indonesia U-20, menjadi perhatian setelah terekam menendang lawan dari belakang. Aksinya memicu kritik luas dari netizen, meski video lain juga menunjukkan pemain Dewa United melakukan tindakan serupa.

Manajemen Dewa United mengecam keras insiden tersebut. Presiden klub, Ardian Satya, menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak bisa ditoleransi, terutama di kompetisi usia muda yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas.

Di sisi lain, Bhayangkara FC menyebut insiden dipicu emosi pemain akibat dugaan ucapan rasis dari lawan. Meski begitu, klub tetap mengakui kesalahan dan memastikan akan melakukan evaluasi serta pembinaan internal terhadap pemain.

Bekukan Status 16 Mahasiswa FH Terkait Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) turut merespons cepat. Sekjen Yunus Nusi menyatakan kasus ini telah dilaporkan dan akan segera dibawa ke Komite Disiplin untuk diproses.

“PSSI mengutuk keras kejadian ini dan meminta Komite Disiplin menjatuhkan sanksi seberat-beratnya kepada pihak yang terlibat,” ujar Yunus.

Dampak insiden ini juga dirasakan langsung oleh Fadly Alberto. Ia dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-20 serta kehilangan dukungan sponsor pribadi.

Melalui media sosial, Fadly telah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan siap menerima sanksi. Ia juga berjanji menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran untuk lebih mengontrol emosi di masa depan.

Praktik Sains di Siak Tewaskan Siswa, Polisi Ungkap Alasan Guru Jadi Tersangka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement
Politikarakyat.id