JAKARTA, Politikarakyat.id — DPRD DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Rancangan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026 dengan total Rp95,3 triliun. Angka ini naik dibandingkan APBD Perubahan 2025 sebesar Rp91,8 triliun.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jakarta, Khoirudin, mengatakan pembahasan dilakukan intensif oleh lima komisi DPRD selama lima hari, 5–11 Agustus 2025, sebelum disahkan dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab). “Kami bahagia, akhirnya bisa menyepakati angka yang akan kita persembahkan untuk warga Jakarta,” ujarnya, Selasa (13/8/2025).
Menurut Khoirudin, kenaikan anggaran mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. “Pertumbuhan ekonominya di atas ekonomi nasional. Sehingga ada rasa optimis,” katanya. Program prioritas seperti sekolah swasta gratis menjadi fokus utama APBD 2026.
Sebelumnya, APBD Perubahan 2025 disepakati sebesar Rp91,86 triliun, naik 0,57 persen dari APBD awal Rp91,34 triliun.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, berharap APBD yang disetujui dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat pelayanan publik, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. “Dengan adanya persetujuan rapat dewan terhadap Perubahan APBD, eksekutif berharap perekonomian Jakarta di tahun 2025 akan terus meningkat dan seluruh program serta kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan rencana,” kata Pramono.
Ia juga mengapresiasi DPRD atas persetujuan yang diberikan dan menegaskan bahwa masukan serta rekomendasi selama pembahasan akan menjadi catatan penting. “Semangat kemitraan dan sinergi yang telah terjalin baik antara eksekutif dan legislatif kiranya dapat terus berjalan dan diperkuat, dioptimalkan untuk menghasilkan berbagai program kerja yang strategis dan bermanfaat bagi warga Jakarta,” ujarnya.


Komentar