Berita Berita Nasional
Beranda / Berita / Berita Nasional / Puan: Demokrasi Pancasila Harus Berjiwa Gotong Royong, Perempuan Punya Peran Kunci

Puan: Demokrasi Pancasila Harus Berjiwa Gotong Royong, Perempuan Punya Peran Kunci

JAKARTA, Politikarakyat.id — Dalam Sidang Tahunan MPR RI 2025 yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025), Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa demokrasi Indonesia berakar kuat pada sila ke-4 Pancasila: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang mengutamakan kepentingan bersama, membangun bangsa melalui permusyawaratan dan perwakilan yang berlandaskan hikmat kebijaksanaan,” ujarnya.

Puan menyoroti bahwa inti pembangunan manusia nasional terletak pada investasi di bidang pendidikan, penguasaan teknologi, dan pembangunan karakter bangsa. Ia mengingatkan bahwa setengah dari potensi Indonesia berasal dari perempuan. Berdasarkan data BPS 2024, 49 persen penduduk Indonesia adalah perempuan.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan kontribusi perempuan, tidak hanya dari sisi hak asasi manusia, tetapi juga peran aktif dalam membebaskan masyarakat dari ketidakadilan, kemiskinan, dan ketertinggalan. “Pembangunan bukan hanya untuk laki-laki saja atau perempuan saja, tetapi laki-laki dan perempuan harus sama-sama sejahtera,” tegasnya.

Meski demikian, Puan mengungkapkan bahwa keterwakilan perempuan di parlemen baru mencapai 21,9 persen atau 127 anggota DPR, masih jauh dari target 30 persen. “Suara perempuan ibarat simfoni yang membentuk harmoni bangsa. Tanpa suara itu, bangsa akan kehilangan harmoni—menjadi sekadar denting yang tak pernah menjadi lagu,” katanya.

DPRD DKI Dorong Pemprov Perkuat Kolaborasi dengan Warga soal Zebra Cross Kreatif di Tebet

Selain isu kesetaraan gender, Puan juga menyinggung tantangan pelestarian budaya di tengah arus globalisasi. Ia menilai kebudayaan tidak hanya diwariskan, tetapi juga diarahkan untuk menjadi pedoman moral bangsa. “Nilai-nilai budaya bangsa tidak boleh luntur. Justru di tengah perubahan zaman, kita harus semakin kokoh menjaga jati diri,” pesannya.

Pidato ini menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian Sidang Tahunan MPR RI 2025 yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, mengusung semangat persatuan dan gotong royong menuju Indonesia Emas 2045.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement
Politikarakyat.id