Berita Berita Nasional
Beranda / Berita / Berita Nasional / Pengungsi Aceh Tamiang Terbantu Dapur Lapangan Polri, Apresiasi Disampaikan ke Presiden Prabowo

Pengungsi Aceh Tamiang Terbantu Dapur Lapangan Polri, Apresiasi Disampaikan ke Presiden Prabowo

Aceh Tamiang, politikarakyat.id — Kehadiran dapur lapangan milik Brimob Polri di kawasan Islamic Center Kuala Simpang memberikan bantuan nyata bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Masyarakat pengungsi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta jajaran Brimob Polri atas dukungan yang telah diberikan.

Salah satu warga terdampak, Erni (31) dari Desa Sukajadi, mengungkapkan bahwa rumahnya tersapu banjir bandang hingga tak tersisa. Dalam kondisi tersebut, keberadaan dapur umum sangat membantu para pengungsi dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Dapur umum ini sangat berarti bagi kami. Kami sudah tidak memiliki kompor maupun peralatan masak. Dari dapur lapangan, kami bisa makan tiga kali sehari, termasuk mendapatkan air minum,” kata Erni saat ditemui di Posko Pengungsian Kuala Simpang, Selasa (23/12).

Erni juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, TNI, dan Polri yang telah menyalurkan bantuan logistik serta memenuhi berbagai kebutuhan bagi dirinya dan 83 kepala keluarga lainnya yang mengungsi di posko tersebut.

DPRD DKI Dorong Pemprov Perkuat Kolaborasi dengan Warga soal Zebra Cross Kreatif di Tebet

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Alhamdulillah bantuan sudah kami terima. Terima kasih juga kepada Komandan Brimob dan seluruh jajaran yang telah menyediakan makanan dan membantu kami,” ujarnya.

Menurut Erni, kebutuhan dasar di Posko Pengungsian Islamic Center secara umum sudah terpenuhi. Meski demikian, masih terdapat kekurangan seperti selimut dan kelambu, terutama karena banyak anak-anak dan bayi yang tinggal di lokasi pengungsian.

Selain bantuan logistik, Erni berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan hunian, baik berupa hunian sementara maupun hunian tetap, bagi warga yang terdampak banjir di Aceh Tamiang dan wilayah Aceh lainnya.

Pasalnya, para pengungsi belum mengetahui hingga kapan harus bertahan di tenda pengungsian.

“Rumah kami sudah hilang, yang tersisa hanya bekasnya. Yang paling kami butuhkan sekarang adalah rumah. Kami belum tahu sampai kapan harus tinggal di tenda,” tuturnya.

Sambut Ramadhan 1447 H, PIA DPR RI Salurkan 3.500 Paket Santunan dan Sembako

Ia menambahkan, para pengungsi telah mendengar pernyataan Presiden Prabowo terkait rencana penyediaan rumah bagi korban banjir. Mereka berharap hunian tersebut dapat dibangun di sekitar lokasi saat ini.

“Mudah-mudahan bisa tetap di sini. Namun, jika nanti harus pindah ke tempat lain, kami siap mengikuti keputusan pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi menyampaikan bahwa terdapat 14 titik lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik sejumlah perusahaan perkebunan yang siap dimanfaatkan untuk pembangunan hunian sementara bagi warga korban bencana hidrometeorologi yang kehilangan rumah atau mengalami kerusakan berat.

Selain opsi pemanfaatan lahan HGU, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga membuka peluang bagi warga yang ingin membangun hunian sementara di atas lahan pribadi masing-masing.

Kebijakan ini diambil untuk memberikan keleluasaan bagi masyarakat yang memilih tetap menetap di lokasi asal.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Stimulus Diskon Transportasi Rp 911 Miliar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement
Politikarakyat.id